Tanjungbalai,Sumut-Upaya Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam mendorong kemajuan daerah melalui penguatan kolaborasi dengan Pemerintah Pusat terus diwujudkan secara konsisten melalui langkah-langkah nyata, Strategis dan terukur.
Komitmen tersebut ditunjukkan Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim yang turut didampingi Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung beserta Pimpinan OPD dalam rangkaian agenda strategisnya melakukan pertemuan langsung bersama Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Drs. Agus Fatoni di Hotel Adimulia Medan, Kamis (26/2/2026).
Pertemuan tersebut dalam agenda kegiatan Fokus Group Discussion (FGD)/diskusi tentang pengelolaan keuangan daerah dan upaya peningkatan Kemandirian Daerah agar tidak tergantung terhadap dana transfer Pusat dan peningkatan kapasitas fiskal daerah.
Wali Kota Mahyaruddin menekankan bahwa pertemuan ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat sinergi kebijakan fiskal antara pemerintah daerah dan pusat.
“Kami bertemu dengan Pak Agus Fatoni (Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri) RI, untuk mendiskusikan beberapa hal strategis keberlanjutan pembangunan kota, ujar Wali Kota Mahyaruddin.
Mahyaruddin juga mengatakan pertemuan kali ini juga berdiskusi lainnya berupa upaya apa saja yang telah dilakukan selama beliau menjabat yang dapat membantu kemandirian daerah.
Kami juga membahas hal lain bagaimana menjaga keuangan daerah. Khususnya dalam mendukung pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel, berkelanjutan, dan berpihak pada percepatan pembangunan di Kota Tanjungbalai,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pembahasan pertama difokuskan pada sistem dan skema keuangan daerah ke depan. Hal ini bertujuan untuk memastikan alokasi anggaran dapat tepat sasaran, selaras dengan kebutuhan riil daerah, serta mendukung program prioritas pembangunan.
Lebih lanjut, Wali Kota Mahyaruddin menyinggung kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Pemerintah Pusat pada tahun anggaran 2026.
Menurutnya, menjadi tantangan sekaligus dorongan bagi Pemerintah Kota Tanjungbalai, untuk semakin mengoptimalkan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang ada saat ini.
“Dengan kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat, kami di daerah dituntut untuk lebih cermat, efektif, dan inovatif dalam mengelola APBD agar tetap mampu mendukung percepatan pembangunan dan pelayanan publik,” ungkapnya.
Pertemuan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk terus memperkuat tata kelola keuangan daerah, meningkatkan kemandirian fiskal, serta memastikan setiap kebijakan pembangunan berjalan seiring dengan arah kebijakan nasional.
“Alhamdulillah respon pak Dirjen baik, tentu akan terus berkoordinasi dan komunikasi terkait hal kami butuhkan,” tutup Wali Kota Mahyaruddin Salim.
Sementara itu, Dirjen Keuda, Agus Fatoni merespons positif berbagai hal yang disampaikan Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam pertemuan bersama Wali Kota.
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Keuda Kemendagri, Agus Fatoni mengatakan upaya-upaya untuk melakukan percepatan kemandirian daerah dengan updating data yang dapat mendongkrak peningkatan penerimaan dari Dana Alokasi Umum, mengurangi angka stunting dengan lebih mengaktifkan posyandu, OPD teknis dan menggerakkan semua OPD utk melakukan sinergitas utk mendongkrak kemandirian fiskal.
Ia menyatakan dukungannya terhadap upaya Pemko Tanjungbalai dalam mengoptimalkan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna memperkuat kapasitas fiskal daerah.
“Kami mendukung upaya optimalisasi APBD, termasuk melalui skema pemanfaatan aset daerah, BUMD, sepanjang dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Agus Fatoni.
Agus Fatoni menegaskan bahwa optimalisasi APBD dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan strategis, termasuk mendorong kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan sektor-sektor potensial.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pihak lain dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi belanja daerah sekaligus peningkatan PAD),” ungkapnya
