Tanjungbalai,Sumut-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam rangka pemenuhan gizi bagi anak usia dini dan pelajar tetap berjalan dan dibagikan meski para siswa sedang dalam menunaikan ibadah puasa di bulan suci ramadhan. 

Guna memastikan pelaksanaan dan pendistribusian berjalan lancar dan sesuai yang diharapkan, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina bersama Satgas MBG Kota Tanjungbalai melaksanakan monitoring di tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi  (SPPG) yakni SPPG Pematang Pasir 1, SPPG Pematang Pasir 2 dan SPPG yayasan Mitra Buana Sehati Kapias Pulau Buaya Teluk Nibung, Rabu (25/2/2026). 

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh menu yang disajikan tetap memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan dan pendistribusiannya juga tepat waktu. 

Saat peninjauan Muhammad Fadly Abdina menegaskan bahwa meskipun terdapat penyesuaian menu selama Ramadhan, kualitas dan kandungan gizi makanan harus tetap terjaga agar manfaat program MBG dapat dirasakan secara optimal oleh para penerima.

Ia menjelaskan, selama bulan suci ramadhan pembagian dan penerapan MBG berbeda dengan hari-hari biasa diluar bulan puasa. Bagi para siswa akan diberikan menu kering untuk menu berbuka puasa dan sahur. Menu yang disajikan selama Ramadhan berupa menu kering yaitu telur, buah seperti jeruk, apel, pir, pisang, puding susu, susu, kurma, biskuit, roti, kacang, dan diberikan sekaligus untuk kebutuhan tiga hari.

“Menu tiap harinya harus dikirim laporan ke Korwil Badan Gizi Nasional Tanjungbalai, agar dapat dievaluasi jika gizi tidak lengkap, jangan semua produk nasional, harus mengutamakan produk lokal,” ujar Wakil Wali Kota yang juga Ketua Satgas MBG Kota Tanjungbalai. 

Ia berpesan agar buah yang akan diberikan harus dicuci bersih menggunakan air mengalir dan menggunakan sabun yang aman untuk buah, hal tersebut untuk membersihkan pestisida pada buah.

“Saat pemekingan harus tetap menjaga kebersihan, gunakan masker, sarung tangan dan penutup kepala. Saya juga menegaskan, bahwa tempat pencucian ompreng dan pensterilan harus terpisah, tempat steril ompreng harus didalam ruangan untuk menjaga alat makan tersebut tetap steril,” ucapnya lagi. 

Sementara itu, dari Dinas Kesehatan kota Tanjungbalai menyarankan agar pihak SPPG memperhatikan menu makanan maupun produk nasional agar tidak menggunakan penyedap rasa sehingga lebih baik menggunakan produk lokal atau UMKM atau di kelola sendiri, pungkasnya.