Tanjungbalai,Sumut-Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menghadiri pesta adat Syech Silau Laut Hari Rayo Moncak Silau Laut, Kamis (26/3/2026).

Kegiatan ini merupakan pesta adat yang digelar setahun sekali sebagai bentuk pelestarian adat budaya Silau Laut.

Turut hadir juga pada acara tersebut Pemerintah Kabupaten Asahan, Kapolres Tanjungbalai atau mewakili, para pendekar pencak silat se-Sumatera Utara, tokoh agama, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya. 

Acara tersebut di awali dengan atraksi pecat silat dari bagai perguruan se-Sumatera utara. Pesta adat ini merupakan rangkaian pesta adat Silau Laut yang selalu di adakan setiap tahun sekali, dan menjadi pesta kalender adat budaya Kabupaten Asahan.

H Ibrahim Ali , selaku ketua pemangku adat Silau Laut dalam sambutannya bercerita sejarah Syekh Silau Laut, sebagai cikal bakal kegiatan pesta adat ini.

“Dulu acara ini di laksanakan setiap 3 hari setelah hari raya idul fitri, namun kali ini dilaksanakan seminggu usai hari raya lebaran idul fitri. Mudah-mudahan kedepannya akan bisa kita laksanakan lebih awal, ” harapnya.

Ia juga mengucapkan minal aidzin walfaijin mohon maaf lahir batin kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Silau Laut untuk menjunjung tinggi adat dan pantangan yang sudah menjadi ketentuan adat yang harus di laksanakan oleh seluruh masyarakat.

“Hal yang menjadi pantangan adat itu antara lain, maen perempuan, minuman keras, dan berjudi, ayo bersama kita jauhi apa yang sudah di larang oleh adat dan oleh Allah SWT tersebut, ” ujarnya.

Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly usai menghadiri acara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pesta Adat Tuan Syech Silau Laut, Hari Rayo Moncak Silau Laut 2026. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mengembangkan dan menjaga adat budaya pesta adat Syekh Silau Laut Hari Rayo Moncak Silau Laut, sebagai upaya melestarikan adat dan seni Asahan,Pelestarian adat dan seni budaya, merupakan upaya dan melindungi akses bangsa, agar seluruh masyarakat mendukung, upaya pembangunan yang lebih berbudaya, karena budaya merupakan aset penting terutama untuk pengetahuan, dan memupuk jati diri bangsa.

“Kegiatan pesta adat Syekh Silau Laut ini, merupakan bentuk pelestarian adat dan budaya yang harus kita jaga dan lestarikan, ” ungkapnya.

Terimakasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dalam mensukseskan acara ini, kiranya kedepan kegiatan Pesta Adat Syech Silau Laut ini terus dapat digelar, agar pelestarian dan pengembangan aset budaya  daerah terus dapat dipertahankan jauh lebih inovatif dan berkualitas, pungkasnya. 

Salah satu warga sekitar legino mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini sudah di laksanakan sejak dirinya masih kecil.

“Pelaksanaan pesta Adat Syekh Silau Laut Hari Rayo Moncak Silau Laut, selalu di tunggu-tunggu masyarakat Silau Laut, yang di laksanakan yang biasanya satu minggu setelah lebaran idul fitri, ” ucap legino. 

Legino berharap pelaksanaan pasta adat ini terus di lestarikan tiap tahunnya.