Dinamika Rohil Memanas! Jhony Charles Dapat Dukungan Publik, Isu Kepemimpinan Dinasti H. Bistamam Mencuat! 



ROKAN HILIR – Di tengah derasnya kritik yang mengarah kepada Wakil Bupati Jhony Charles, mulai muncul arus balik dari sejumlah kalangan masyarakat yang memberikan pembelaan serta perspektif berbeda terhadap situasi yang berkembang.


Sejumlah tokoh muda daerah menilai, penilaian terhadap wakil bupati tidak bisa dilakukan secara sepihak hanya dari potongan aktivitas di ruang digital. Aktivis muda, Heri Syahputra, menyebut bahwa apa yang dilakukan oleh Jhony Charles justru merupakan bentuk keterbukaan komunikasi kepada publik.


“Kalau kita lihat secara objektif, beliau itu aktif. Turun ke masyarakat iya, merespons isu juga iya. Jangan kemudian itu dipelintir seolah-olah tidak bekerja. Justru ini bentuk transparansi,” ujarnya.


Senada dengan itu, Wahyu Anda Ris juga menegaskan bahwa kritik memang hal yang wajar dalam demokrasi, namun harus disertai dengan data dan tidak bersifat tendensius.


“Kalau kritik itu bagus, tapi jangan sampai menjadi framing. Kita juga harus lihat kontribusi beliau di lapangan. Jangan hanya menilai dari persepsi di media sosial,” katanya.


Lebih lanjut, Wahyu menilai bahwa dinamika yang terjadi saat ini tidak bisa dilepaskan dari situasi politik internal yang lebih luas di Kabupaten Rokan Hilir. Ia bahkan menyebut adanya persepsi di tengah masyarakat terkait arah kebijakan yang dinilai cenderung terpusat.


“Di masyarakat juga berkembang pembicaraan soal arah kepemimpinan Bupati H. Bistamam yang dinilai sebagian pihak mengarah pada penguatan kelompok tertentu. Ini masih sebatas persepsi publik, tapi tidak bisa diabaikan begitu saja,” ungkapnya.


Isu mengenai dugaan “dinasti politik” pun mulai menjadi bahan diskusi di ruang publik. Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi maupun bukti konkret yang dapat mengonfirmasi tudingan tersebut, sehingga masih berada dalam ranah opini dan persepsi masyarakat.


Di sisi lain, pendukung wakil bupati menilai bahwa justru Jhony Charles berada pada posisi yang berupaya menjaga keseimbangan dalam pemerintahan. Mereka melihat adanya keberanian untuk tetap dekat dengan masyarakat di tengah dinamika internal yang tidak sederhana.


“Beliau itu tetap turun, tetap hadir. Itu yang dirasakan masyarakat. Jadi kalau ada kritik, silakan, tapi jangan menghilangkan fakta bahwa beliau bekerja,” tambah Heri.


Situasi ini memperlihatkan bahwa dinamika kepemimpinan di Rokan Hilir tidak hanya soal kinerja, tetapi juga persepsi, komunikasi, serta tarik-menarik kepentingan politik. Masyarakat pun kini dihadapkan pada berbagai narasi yang berkembang, baik yang bersifat kritik maupun pembelaan.


Hingga kini, publik menunggu langkah konkret dari seluruh unsur pimpinan daerah, baik Bupati maupun Wakil Bupati, untuk meredam polemik dan mengembalikan fokus pada kepentingan utama: pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.


Karena pada akhirnya, stabilitas pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan kekuasaan, tetapi oleh kemampuan membangun kepercayaan dan menjaga keseimbangan di tengah perbedaan.