Tanjungbalai,Sumut-Pelabuhan penumpang  ferry internasional Teluk Nibung Tanjungbalai Sumatera Utara rentan dari penyelundupan narkoba dan barang terlarang lainnya, hal ini dikarenakan kawasan CIQ atau Customs, Immigration, and Quarantine yang seharusnya kawasan steril dengan senangnya dilalui selain petugas. 

Menurut kasi CIQ  Tanjungbalai, Pelabuhan teluk Nibung  ini merupakan jalur utama ketibaan  para pekerja migran dan wisatawan dari port dickson Malaysia, dengan setiap harinya melayani 300 Lebih penumpang Sayangnya Pelabuhan yang bertaraf internasional ini tidak sesuai dengan namanya dan terkesan amburadul berdasarkan layout atau tata kelola dan susunan ruangan insatansi vertikal seperti imigrasi, beacukai dan karantina yang terlalu sempit.

Selain itu tata susunan ruangan pun amburadul dan rentan penyelundupan disebabkan terdapat celah atau ruangan yang mudah dilalui oleh selain petugas. 

Sementara itu GM PT Pelindo menyampaikan kepada pihak CIQ bahwa pihaknya adalah penyedia tempat dan selama tidak ada komplin dari pihak CIQ, maka pihaknya menganggap tidak ada masalah dan mengenai temuan laluan yang rentan penyelundupan pihaknya dalam waktu dekat berencana akan mengadakan rapat bersama stokholder terlibat, jelasnya senin (6/4/2026).

Pernyataan GM Pelindo tersebut dibantah oleh pihak CIQ yang sebelum bangunan ini selesai tidak pernah dilibatkan tentang tata ruang dan pelabuhan dengan biaya Rp 32 Milyar ini terkesan dipaksakan untuk beroperasi pada Juli 2024 setelah 6 tahun mangkrak sejak dibangun pada 2017 tertunda karena tidak sesuai dengan kelayakan sebagai  pelabuhan internasional.