Bakti Sosial Setiap 3 Bulan Sekali, MTA Ujung Tanjung & PMI Rohil Sukses Adakan Donor Darah, Disambut Antusias Warga
UJUNG TANJUNG – Majlis Tafsir Al-Qur'an (MTA) Perwakilan Rokan Hilir yang berkedudukan di Ujung Tanjung, kembali sukses menggelar kegiatan mulia berupa bakti sosial kemanusiaan aksi donor darah.
Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rokan Hilir, dan telah menjadi agenda rutin lembaga ini yang digelar secara berkala setiap 3 bulan sekali demi menjaga kepedulian dan keberlangsungan manfaat bagi masyarakat. Rabu 20 Mei 2026
Acara yang berlangsung penuh semangat dan rasa persaudaraan ini, turut dihadiri langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Rokan Hilir, Rapanis Sultan, beserta rombongan dan jajaran stafnya. Kehadiran beliau memberikan semangat sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap kolaborasi yang terjalin baik antara lembaga kemanusiaan dengan lembaga dakwah ini.
Turut hadir dan memberikan dukungan penuh dalam kegiatan tersebut adalah Babinsa Ujung Tanjung, Said Nasition, serta Ketua Yayasan MTA Rokan Hilir, Mulyadi, didampingi oleh jajaran pengurus yayasan yang keempat. Kehadiran unsur keamanan, pimpinan lembaga, dan para pengurus menunjukkan sinergi yang kuat serta komitmen bersama dalam mendukung kegiatan positif yang bermanfaat bagi sesama.
Dalam keterangannya, Ketua PMI Rokan Hilir, Rapanis Sultan, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap konsistensi dan kepedulian yang ditunjukkan oleh MTA Ujung Tanjung. Menurut beliau, kegiatan yang diselenggarakan rutin setiap 3 bulan sekali ini merupakan contoh teladan yang luar biasa, karena tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi gerakan nyata yang berkelanjutan membantu pasokan kebutuhan darah bagi warga Rokan Hilir.
"Kerja sama seperti ini sangat kami harapkan dan kami apresiasi tinggi. Apalagi MTA sudah berkomitmen melaksanakannya rutin setiap 3 bulan sekali. Ini bukti nyata kehadiran lembaga agama yang tidak hanya mengajarkan kebaikan secara lisan, tapi membuktikannya lewat tindakan menolong sesama. Setiap tetes darah yang terkumpul di sini adalah nyawa yang kita selamatkan bersama," ujar Rapanis Sultan.
Sementara itu, Ketua Yayasan MTA Rokan Hilir, Mulyadi, menjelaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan wujud nyata dari pengamalan nilai-nilai Al-Qur'an dan ajaran dakwah yang diusung lembaganya. Menjadikan donor darah sebagai agenda tetap setiap triwulan, merupakan langkah strategis agar manfaat bagi masyarakat bisa terus dirasakan, sekaligus membudayakan semangat berbagi di kalangan warga.
"Kami jadikan ini program rutin 3 bulan sekali, supaya keberadaan MTA benar-benar terasa manfaatnya, ada solusi dan ada bantuan yang bisa kami hadirkan untuk warga. Bagi kami, berbagi darah adalah berbagi kehidupan, dan ini adalah kewajiban sosial kami selaku umat beragama untuk saling menolong," tegas Mulyadi.
Semangat mulia ini ternyata mendapatkan sambutan yang sangat luar biasa dari masyarakat sekitar. Terlihat antusiasme warga Ujung Tanjung sangat tinggi dan penuh rasa gembira. Sejak pagi, warga berdatangan dengan sukarela mendaftar, mengikuti antrean, dan meluangkan waktunya demi berdonor. Rasa senang dan bangga terpancar dari wajah para peserta, karena bisa berpartisipasi langsung dalam kegiatan yang sangat mulia dan bermanfaat ini. Bagi warga, keberadaan kegiatan rutin seperti ini sangat membantu kebutuhan kesehatan sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga.
Babinsa Said Nasition dalam kesempatannya juga mengapresiasi terselenggaranya acara ini dengan aman, tertib, dan lancar. Beliau berharap kegiatan positif yang diadakan secara berkala ini terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi lembaga atau organisasi lain, karena sangat berdampak baik bagi kerukunan, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan bakti sosial donor darah kali ini berjalan dengan lancar, aman, dan tertib hingga selesai. Melalui agenda rutin setiap 3 bulan sekali ini, diharapkan semakin tumbuh kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya mendonorkan darah, serta semakin memperkuat persatuan dan sinergi antar elemen masyarakat, lembaga, dan pemerintah dalam mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab.



