Kapolda dan Biro SDM Polda Sumbar Percepat Penyaluran KUR Petani Binaan Polri, 307 Petani Terima Pembiayaan Hingga Rp10 Miliar
Padang – Komitmen Polda Sumatera Barat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diperkuat melalui langkah konkret pemberdayaan petani binaan Polri. Melalui inisiasi dan pengawalan Biro SDM Polda Sumbar, sebanyak 307 petani binaan Polri kini mendapatkan akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BRI dengan total nilai mencapai Rp10.024.000.000.
Program strategis tersebut ditandai dengan kegiatan Penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BRI kepada Petani Binaan Polda Sumatera Barat yang digelar di Aula Tuah Sakato Polresta Padang Polda Sumbar, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Barat dan dihadiri Kabiro SDM Polda Sumbar, Kabagbinkar Ro SDM Polda Sumbar, Wakapolresta Padang, pejabat utama Polresta Padang, para Wakapolres, Kabag SDM, Kasat Binmas jajaran Polda Sumbar, pimpinan cabang BRI, serta para petani penerima KUR dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan perdana yang sebelumnya sukses dilaksanakan di Kabupaten Pasaman, saat 31 kelompok tani menerima penyaluran KUR sebagai bagian dari program ketahanan pangan Polri.
Namun pada tahap terbaru ini, cakupan program berkembang jauh lebih besar. Penyaluran KUR kini menjangkau hampir seluruh wilayah Sumatera Barat dengan total penerima mencapai 307 petani.
Mayoritas penerima merupakan petani jagung binaan Polri yang selama ini menjadi bagian dari program ketahanan pangan nasional, sementara sebagian lainnya merupakan petani padi.
Keberhasilan program ini tidak terlepas dari peran aktif Biro SDM Polda Sumbar yang menjadi penggagas sekaligus motor penggerak percepatan implementasi kerja sama Mabes Polri dengan perbankan Himbara dalam mendukung sektor pertanian masyarakat.
Melalui koordinasi lintas sektor bersama Satgas Ketahanan Pangan, pemerintah daerah, kelompok tani, dan pihak perbankan, Biro SDM Polda Sumbar berhasil menghadirkan skema nyata kemudahan akses permodalan bagi petani.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk inovasi pembinaan masyarakat yang dilakukan Polri melalui pendekatan humanis dan produktif, tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga ikut memperkuat ketahanan ekonomi rakyat.
Rp10 Miliar untuk Penguatan Produksi Pertanian
Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa total nilai KUR yang telah disalurkan mencapai lebih dari Rp10 miliar.
Selain itu, masih terdapat 104 petani lainnya yang saat ini sedang menjalani proses verifikasi administrasi untuk tahap penyaluran berikutnya.
Dana KUR tersebut akan digunakan petani untuk mendukung kebutuhan usaha pertanian, mulai dari pembelian bibit unggul, pupuk, alat pertanian, pengolahan lahan, biaya tanam, hingga pengembangan hasil panen.
Dengan dukungan modal yang lebih kuat, diharapkan produktivitas pertanian masyarakat, khususnya komoditas jagung, dapat meningkat signifikan dan berdampak terhadap kesejahteraan petani.
Sebaran Penerima Hampir Seluruh Sumbar
Penyaluran KUR petani binaan Polri ini tersebar di berbagai wilayah kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Polresta Bukittinggi menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak yakni 66 petani, disusul Polresta Padang sebanyak 52 petani, Polres Pasaman 31 petani, Polres Sijunjung 30 petani, Polres Agam 28 petani, serta Polres 50 Kota sebanyak 27 petani.
Selain itu program juga menjangkau wilayah Solok Selatan, Mentawai, Pasaman Barat, Padang Panjang, Pariaman, Pesisir Selatan hingga Dharmasraya.
Pemerataan tersebut menunjukkan bahwa program ketahanan pangan yang dibangun Polda Sumbar tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi menyasar petani binaan Polri secara luas dan merata.
Kapolda Sumbar dalam sambutannya menegaskan bahwa Polri mendukung penuh program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Biro SDM Polda Sumbar menekankan bahwa program ini merupakan bentuk nyata sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, perbankan, dan kelompok tani dalam membangun kemandirian pangan nasional.
Peran Bhabinkamtibmas dan jajaran kewilayahan juga menjadi ujung tombak dalam mendata, mendampingi, dan memastikan petani binaan mendapatkan akses program pemerintah secara tepat sasaran.
Program penyaluran KUR ini menjadi salah satu bukti nyata transformasi Polri Presisi yang hadir langsung membantu masyarakat melalui program-program produktif dan berkelanjutan.
Tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, Polri kini turut mengambil peran strategis dalam membantu peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.
Dengan nilai penyaluran yang kini mencapai Rp10 miliar dan menjangkau ratusan petani di seluruh Sumatera Barat, program yang digagas Biro SDM Polda Sumbar tersebut diharapkan menjadi model kolaborasi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Indonesia.
