Tanjungbalai,Sumut-Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar & Mahasiswa Tanjungbalai - Asahan (DPP PEMTA) memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Tanjung Balai atas keberhasilan mengungkap 15 kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dalam waktu 21 hari Ops Antik dengan berhasil mengamankan 19 orang tersangka.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP PEMTA, Azhari Panjaitan, S.Pd., didampingi Sekretaris Jenderal, M. Syahril Arifin Sutendi, menanggapi paparan konferensi pers yang digelar di Mapolres Tanjung Balai pada Rabu (30/06) lalu.
"Kami dari DPP PEMTA sangat mengapresiasi kinerja cepat dan tegas Polres Tanjung Balai. Pengungkapan 15 kasus dalam waktu singkat ini merupakan bukti nyata komitmen kepolisian dalam melindungi masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa sebagai generasi muda, dari bahaya laten narkoba," ujar Azhari Panjaitan.
Dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Kapolres Tanjung Balai yang diwakili Wakapolres, Kompol M.P. Pardede, S.H., didampingi Kasatresnarkoba AKP Yudi Fitriansyah, dijelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) yang berlangsung sejak 13 Mei hingga 2 Juni 2026.
Berikut adalah poin utama hasil operasi yang dipaparkan di hadapan awak media dan Pejabat Utama (PJU) Polres Tanjung Balai menjelaskan bahwa total 15 kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan tersangka diamankan 19 orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Tanjung Balai serta barang bukti disita 176,79 gram sabu-sabu dan 8 butir pil ekstasi yang siap diedarkan ke masyarakat.
Kasat Narkoba Polres Tanjung Balai, AKP Yudi Fitriansyah, menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kepolisian demi menciptakan lingkungan Kota Tanjung Balai yang aman dan bebas dari narkoba. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak ragu melapor.
Saat ini, seluruh tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Tanjung Balai guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar.
DPP PEMTA menyatakan siap menjadi garda terdepan dalam membantu kepolisian melakukan edukasi dan pencegahan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa.
"Perang melawan narkoba tidak bisa dibebankan kepada polisi saja. Kami, mahasiswa dan pelajar, siap bersinergi membantu Polres Tanjung Balai demi mewujudkan daerah yang bersih dari narkotika," tutup M. Syahril Arifin Sutendi mengakhiri.
