Ket.Foto:"Tiket Resmi 2 Penumpang Bis Cepat Paradef".
Tanjungbalai,Sumut-Dua orang penumpang Bus Cepat Paradep rute Medan–Tanjungbalai mengaku mengalami pelayanan yang tidak menyenangkan setelah diduga diturunkan di Kota Kisaran, meskipun tiket yang mereka beli menunjukkan tujuan akhir Tanjungbalai.

Peristiwa tersebut dialami oleh seorang penumpang bernama Ida bersama menantunya saat menaiki Bus Cepat Paradep dengan nomor polisi BK 7891, yang berangkat dari Kota Medan pukul 18.00 WIB pada Minggu (26/7/2026).

Kepada awak media, Ida menjelaskan bahwa dirinya bersama sang menantu baru saja pulang dari Kota Medan dan membeli tiket resmi dengan tujuan akhir Tanjungbalai. Namun, setibanya di Kota Kisaran, keduanya diminta turun dari bus dan berpindah ke kendaraan lain.

Ket.Foto:"Bis Pindahan 2 Penumpang tujuan Tanjungbalai"
"Kami diturunkan di tengah jalan pada malam hari tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Kami harus menyeberang jalan sambil membawa barang bawaan untuk pindah kendaraan. Menantu saya saat itu sedang sakit dan duduk di kursi paling belakang selama perjalanan. Sesampainya di rumah, kondisinya semakin memburuk hingga muntah-muntah," ujar Ida.

Ia mengaku sangat kecewa karena perpindahan kendaraan dilakukan di lokasi yang dinilai kurang aman, terlebih pada malam hari. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.

"Kalau sampai terjadi kecelakaan saat kami menyeberang jalan, siapa yang bertanggung jawab? Menantu saya sudah sakit sejak dari Medan, sehingga perlakuan seperti ini sangat kami sesalkan," tambahnya.

Ida juga menyatakan bahwa tiket yang dibelinya secara resmi dari loket di Medan mencantumkan rute Medan–Tanjungbalai, sehingga dirinya berharap diantar hingga tujuan akhir tanpa harus berpindah kendaraan di tengah perjalanan.

Atas kejadian tersebut, Ida meminta pihak manajemen Bus Cepat Paradep, termasuk pihak pengelola PT Pelita Bobby Paradep, memberikan penjelasan serta bertanggung jawab atas pelayanan yang diterimanya. Ia juga meminta pengembalian ongkos perjalanan serta permintaan maaf secara terbuka agar kejadian serupa tidak kembali dialami penumpang lain. (red).