Tanjungbalai,Sumut-Atasnama Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPD KNPI Kota Tanjungbalai, Yan Aswika, S.H mendesak Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) daerah setempat.

Desakan itu disampaikan Yan dengan alasan bahwa Kepala Disporapar, Dewi Yanti tidak punya kemampuan memimpin Dinas yang salah satu nomenklaturnya menangani tentang Pemuda.

"Peraturan Walikota Tanjungbalai Nomor 45 Tahun 2016 mengatur bahwa salah satu nomenklatur Disporapar menangani urusan pemuda. Namun sebagai Kepala Dinas, Dewi Yanti dinilai tidak mampu menjalankan tanggungjawab tugas, sehingga kinerja atas jabatannya perlu dievaluasi," kata Yan kepada wartawan, Rabu (30/9/2026).

Yan melanjutkan, sejak dilantik Wali Kota Mahyaruddin Salim pada 4 Desember 2025 lalu, sebagai Kadisporapar Dewi Yanti tidak menunjukkan kepedulian terhadap dinamika yang terjadi ditengah-tengah Pemuda. Demikian juga terhadap berbagai kegiatan yang dilaksanakan kalangan pemuda, maupun penggiat olahraga.

"Saya menilai dia (Dewi) tidak punya leadership. Bahkan, berdasarkan informasi yang didapat dari sejumlah pegawai dilingkungan tempatnya bertugas, Dewi terkesan tidak mampu untuk mengambil kebijakan, dan selalu off side," ujar Yan Aswika.

Yan melanjutkan, penilaian lain terhadap buruknya kinerja Kadisporapar Dewi Yanti, ketika Lembaga Lembaga Advokasi dan Studi untuk Kedaulatan Rakyat (LASKAR) bersama KNPI Kota Tanjungbalai melaksanakan kegiatan Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI, pada tanggal 13 Agustus 2026 lalu.

Kegiatan itu mengangkat tema "Bergerak Bersama Dalam Keberagaman Serta Memperkuat Persatuan Pemuda dan Kearifan Lokal Sebagai Kekuatan Utama Menuju Tanjungbalai Emas". Namun sangat disesalkan, Kadispora terkesan sengaja tidak hadir dalam kegiatan tersebut.

Tidak hadirnya Dewi sebagai narasumber dalam kegiatan yang digelar LASKAR bersama KNPI, menunjukkan ketidak mampuan Dewi sebagai pigur Kepala Dinas dalam menetralisir dinamika yang terjadi ditengah-tengah pemuda Kota Tanjungbalai sebagaimana harapan Wali Kota.

Dari beberapa alasan yang kemukakan, Yan menyatakan bahwa pengangkatan Dewi Yanti sebagai Kadiporapar melalui Surat Keputusan Wali Kota Tanjungbalai merupakan "kecelakaan" yang bisa menimbulkan ketidak harmonisan antar pemuda dengan pemerintah daerah.

"Karena pengangkatan Dewi saya anggap sebagai "kecelakaan" yang dapat menghambat terwujudnya Visi Tanjungbalai EMAS, maka dengan hormat saya mendesak Wali Kota Tanjungbalai, bapak Mahyaruddin Salim segera mengevaluasi kinerja Kadiporapar, Dewi Yanti," tegas Yan Aswika.