Tanjungbalai,Sumut-Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim, menghadiri pelantikan pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Tanjungbalai masa bakti 2025–2028, yang digelar di Aula Arteri Garden, Jalan Arteri, Kota Tanjungbalai, Rabu (22/9/2026).
Dalam sambutannya, Wali Kota Mahyaruddin Salim menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajaran pengurus BWI Kota Tanjungbalai yang baru dilantik. Ia menilai keberadaan BWI memiliki peran strategis dalam mengelola potensi wakaf yang begitu besar, sehingga mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi umat.
“Selamat atas pelantikan pengurus BWI. Saya mendoakan semoga kepemimpinan BWI masa bakti 2025–2028 solid dan amanah sehingga dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat dan masyarakat kota tanjungbalai,” ucapnya.
Ia mengatakan bahwa pengelolaan wakaf yang profesional dan transparan akan menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Saya berharap kepengurusan yang baru dilantik dapat membawa semangat baru dalam memperkuat tata kelola perwakafan di Kota Tanjungbalai, sehingga wakaf tidak hanya berhenti sebagai aset yang didiamkan, tetapi dapat dikelola secara tertib, amanah, produktif dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, ujar Wali Kota Mahyaruddin.
"Salah satu persoalan yang harus menjadi perhatian kita saat ini adalah masih adanya tanah wakaf yang belum memiliki sertifikat. ini bukan persoalan yang boleh kita biarkan berlarut-larut. Wali Kota berharap agar memberi perhatian serius pada Kepastian hukum terhadap tanah wakaf bukan hanya untuk kepentingan administrasi, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab kita dalam menjaga amanah wakaf dan melindungi aset umat," sebutnya lagi.
Wali Kota juga menuturkan, beberapa waktu yang lalu telah dilakukan perjanjian kerja sama antara Kantor Pertanahan Kota Tanjungbalai, Kemenag, Kejari Tanjungbalai dan BWI Tanjungbalai dalam rangka mempercepat pendaftaran tanah wakaf. Saya memandang kerja sama ini sebagai langkah yang sangat baik dan harus kita tindak lanjuti secara nyata.
Karena itu, Saya ingin memberikan penekanan khusus kepada para Camat, Lurah dan Kepala Lingkungan se-Kota Tanjungbalai agar seluruh jajaran di wilayah dapat memfasilitasi dan membantu masyarakat dalam proses pengurusan serta penerbitan sertifikat tanah wakaf. Apabila ada masyarakat, nadzir atau pengurus rumah ibadah yang datang untuk mengurus administrasi tanah wakaf, tolong dilayani dengan baik, diarahkan dan dibantu prosesnya. "Saya tegaskan, jangan pernah ada yang berani mempersulit proses administrasi atau pengurusan wakaf di wilayah kerja saudara sekalian," tegas Mahyaruddin.
Lanjut Wali Kota, Wakaf ini adalah urusan ibadah, urusan umat, dan demi kepentingan sosial. Bantu masyarakat dengan pelayanan terbaik, cepat, dan tanggap. Lebih dari itu, saya instruksikan bahwa seluruh pelayanan dan pengurusan administrasi wakaf di tingkat Kecamatan, Kelurahan, hingga lingkungan harus dikerjakan secara gratis tanpa pungutan biaya apa pun. jika saya mendengar atau menerima laporan adanya pungutan liar atau tindakan yang memperlambat proses wakaf, saya tidak akan segan-segan untuk mengambil tindakan tegas sesuai dengan aturan kedinasan yang berlaku.
Diakhir sambutannya, Wali Kota Mahyaruddin mengatakan upaya memperkuat tata kelola wakaf juga sejalan dengan visi pembangunan kota Tanjungbalai, yaitu Tanjungbalai EMAS; Elok, Maju, Agamais dan Sejahtera. Wabil khusus visi Agamais, yang harus tercermin dari semakin baiknya pengelolaan aset keagamaan dan semakin kuatnya kepedulian kita terhadap kepentingan umat.
Ketua BWI Sumut Solehuddin Sagala dalam kesempatan itu menegaskan bahwa secara yuridis wakaf memiliki dasar hukum yang kuat dan dilindungi oleh undang-undang. Hal ini, menurutnya, menjadi landasan penting agar pengelolaan wakaf dapat dilakukan secara aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pelantikan BWI Kota Tanjungbalai dilakukan oleh Ketua BWI Provinsi Sumatera Utara Solehuddin Sagala, dilantik sebagai Ketua BWI Tanjungbalai Mas Budi Panjaitan, Sekretaris Rahmawati Hasibuan, Bendahara Rahma Zainita Saragih beserta para pengurus lainnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Forkopimda Tanjungbalai atau mewakili, Kakan BPN Tanjungbalai Mindo Desima Sianturi, Kakan Kemenag Ahmad Sofian, para Kepala OPD, jajaran Camat dan undangan lainnya.

