Asahan,Sumut-Said Ibnu Rulian Ahmad mendesak Kapolres Asahan untuk mengusut secara menyeluruh dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa diduga mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kapolres Asahan harus mengusut tuntas dugaan ini secara profesional, transparan dan tanpa pandang bulu. Publik berhak mengetahui fakta sebenarnya,” tegas Said Ibnu Rulian Ahmad.
Kepada awak media, Said meminta proses penyelidikan tidak hanya berfokus pada kondisi makanan, tetapi juga menelusuri seluruh rangkaian penyediaan MBG, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, kebersihan dapur, penyimpanan, pengemasan hingga pendistribusian makanan kepada siswa, Rabu siang (16/9/2026).
Ia juga mendorong pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang dianggap mengetahui proses penyediaan dan distribusi makanan tersebut agar penyebab kejadian dapat diketahui secara objektif.
“Kalau hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kelalaian atau pelanggaran, harus ada pertanggungjawaban sesuai hukum. Sebaliknya, apabila dugaan tersebut tidak terbukti, masyarakat juga harus diberikan penjelasan berdasarkan hasil penyelidikan,” ujarnya.
Menurut Said, transparansi penting agar masyarakat, khususnya para orang tua siswa, memperoleh kepastian mengenai keamanan makanan yang diberikan melalui program MBG.
“Jangan ada yang ditutup-tutupi, Usut berdasarkan fakta dan bukti. Jangan sampai persoalan seperti ini berhenti tanpa kejelasan,” pungkasnya.
